Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran menyatakan tetap membuka Selat Hormuz bagi pelayaran internasional Namun dengan satu pengecualian tegas: kapal yang dianggap sebagai musuh. Sikap ini langsung memicu respons keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengancam akan menyerang infrastruktur vital Iran jika jalur tersebut tidak dibuka sepenuhnya. Perwakilan Iran untuk Organisasi Maritim Internasional (IMO), Ali Mousavi, menegaskan bahwa Teheran siap bekerja sama demi menjamin keselamatan maritim di kawasan Teluk. Ia menyatakan kapal-kapal non-musuh tetap dapat melintasi Selat Hormuz, asalkan melakukan koordinasi keamanan dengan pihak Iran. “Diplomasi tetap menjadi prioritas Iran. Namun, penghentian agresi sepenuhnya serta saling percaya dan keyakinan lebih penting,” ujar Mousavi, Minggu (22/3/2026). Ia juga menilai serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran sebagai akar dari memanasnya situasi di Selat Hormuz. Di tengah ketegangan tersebut, data ...